RUNNING NEWS :
Loading...

Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.  Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.  Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya.   "Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah.   Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .  "Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.  Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).  "Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.  Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.  "Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak)
Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.

Suasana Webinar di Kantor BPJS Kesehatan Mojokerto

Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.


Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya. 


"Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah. 


Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .


"Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.


Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).


"Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.


Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.


"Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak) 

Penyaluran Distribusi Air Bersih BPBD Kabupaten Mojokerto

Penyerahan Bantuan Air bersih di Kunjorowesi dan Duyung


MOJOKERTO- mojokertopos.com: Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, mengawal langsung penyaluran bantuan air bersih yang rutin dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rabu (21/10). Bantuan didistribusikan untuk beberapa desa rawan kekeringan di Kecamatan Ngoro, yakni Kunjorowesi dan satu desa di Kecamatan Trawas yakni Duyung.


Pjs Bupati Mojokerto, saat turun langsung menyalurkan bantuan air, turut menyampaikan apresiasinya kepada BPBD. Himawan menilai, air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat untuk mewujudkan hidup bersih dan sehat.


“Saya apresiasi BPBD yang sudah bertugas. Karena lokasi sini juga cukup jauh. Saya harap airnya cukup. Kami juga dorong BPBD agar terus mengusahakan supaya air bersih selalu tercukupi,” kata Pjs Bupati Mojokerto.


Kepala Desa Kunjorowesi pada kegiatan ini menyampaikan, PU Provinsi Jawa Timur juga telah memberikan bantuan pipa air sepanjang 1 km beserta pompa portable, yang dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD mulai 2 Agustus 2020, sudah menyalurkan bantuan air bersih setiap hari (kecuali Kamis dan Sabtu) sebanyak 12.000 liter per hari. Rencananya, bantuan akan disalurkan hingga 24 Oktober 2020.  Namun, apabila masih diperlukan masyarakat Desa Kunjorowesi, BPBD siap untuk memperpanjang bantuan air bersih.


Selanjutnya di Desa Duyung, Pjs Bupati Mojokerto mengatakan akan berkoordinasi dengan UTC Ubaya terkait kekurangan air di Duyung. Hal ini mengingat Desa Duyung termasuk dalam daerah pemasok air terbanyak, dengan jumlah mencapai 32 dim. Hal ini disinyalir karena letak sumber air berada di bawah, sehingga sebagian wilayah Desa Duyung bagian atas mengalami kekurangan air ketika kemarau.  


“Nanti akan kita telusuri masalahnya dimana, kita bisa koordinasi dengan Ubaya. Karena, saya juga heran kenapa bisa terjadi demikian (kekurangan air) di Duyung ini,” kata Pjs Bupati Mojokerto.


Selain itu, Pjs Bupati Mojokerto juga mengajak warga Duyung dan Pemerintah Desa Duyung untuk bersinergi, dalam mengelola potensi desa untuk dimanfaatkan dalam BUMDes.


“Saya dengar di sini ini ada kebun durian yang dikelola warga. Itu bisa jadi tempat wisata buah. Seinergikan potensi ini, baik dari warga bersama pemerintahan desa. Nanti bisa masuk di BUMDes,  dikelola warga setempat, hingga memberi manfaat jangka panjang,” saran PjS Bupati Mojokerto.(Tik)



Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Mojokerto - Ada peristiwa yang mengejutkan di sela-sela kampanya Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si atau yang akrab yang disapa Bu Dokter, Rabu (21/10/2020) Pukul 11.00 - 12.00 WIB di Rumah Ibu Umi Salamah Dusun Setoyo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

 Daftar Lagu IKBAR

Saat ditanya mengapa mendukung Ikfina-Barra (IKBAR), Cak Sodiq Monata mengatakan IKBAR itu artinya membesarkan. Hal itulah yang membuat saya yakin mendukung IKBAR. Saya yakin Nama Mojokerto akan besar setelah IKBAR menjadi Kepala Daerah Kabupaten Mojokerto.


"Bu Ikfina dan Gus Barra adalah sosok milineal dan cerdas. Mojokerto Bangkit, Majapahit Bangkit," ujar Sodiq Monata.


Sementara itu, Efendy Nugroho, Ketua DPD PKS Kabupaten Mojokerto mengatakan jika

pasangan Ikfina-Barra (IKBAR) mempunyai program penuntasan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Yang dihitung-hitung membutuhkan biaya 800 milyar.


"Selain jalan yang dituntaskan. Ada juga paket data gratis, tunjangan bulanan bagi tenaga pendidik swasta dan TPQ. Serta peningkatan sarana dan prasarana pustu, puskesmas dan rumah sakit," kata Efendy.


Lebih lanjut, Efendy juga mengatakan bahwa Wakil Bu Ikfina adalah H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra yang merupakan anak pertama dari KH.Asep Saifudin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.


"Total santri Ponpes Amanatul Ummah ada 12000 santri. Jadi sudah terbukti Gus Barra berpengalaman secara spiritual dan membangun akhlakul karimah pada umumnya. Jadi ini pasangan yang komplit ya. Ahli kesehatan dan ahli agama," terang Efendy.


Kemudian, Dokter Ikfina dalam kampanyenya yang didominasi emak-emak mengatakan bahwa sesama emak-emak kita punya cara berfikir yang sama. Emak-emak itu meskipun susah yang difikirkan itu hanya satu, bagaimana caranya anak bisa makan enak, nyandang genah, pendidikan dan kerja yang bagus serta bagaimana agar anaknya lebih mulia dari orang tuanya. 


"Ketika saya berangkat menjadi Bupati Mojokerto, saya tetap emak emak, meskipun saya harus menderita, saya harus tetap berjuang agar bagaimana Kabupaten Mojokerto bisa mendapatkan kesejahteraanya. Saya tidak bisa sendiri me jadul Bupati Mojokerto, saya butuh emak-emak se-Mojokerto. Saya butuh bukti dukungan panjenengan dengan doa dan pada tanggal 9 Desember monggo tindak rawuh teng TPS dan coblos nomor 1, coblos nomor 1 dan Coblos nomor 1," tandas Dokter Ikfina. (Jay)

Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya.   “Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).  Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  “Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.  Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.  Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jayak)
Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya. 


“Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).


Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


“Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.


Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.


Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jay)

Kota Mojokerto Raih Penghargaan LPPD Peringkat Dua Kategori Kota se-Jatim

Kota Mojokerto Raih Penghargaan LPPD Peringkat Dua Kategori Kota se-Jatim


MOJOKERTO- mojokertopos.com: Di bawah kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, pemerintah daerah kembali meraih penghargaan yang membanggakan di tahun 2020. Kali ini, Pemerintah Kota Mojokerto meraih penghargaan atas prestasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2018 dengan status kinerja sangat tinggi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, hari ini (16/10). Melalui penghargaan ini, Kota Mojokerto menduduki peringkat ke dua kategori kota se-Jawa Timur. "Alhamdulillah, Kota Mojokerto menerima penghargaan atas prestasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah  Tahun 2018, dengan skor kinerja sangat tinggi yakni 3,4197. Ini artinya, Pemkot Mojokerto meraih peringkat nomor 2 kategori Kota se-Jatim, sedangkan peringkat 10 untuk Kota/Kabupaten se-Jatim," jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota. Skor tersebut, lanjut Ning Ita, merupakan nilai tertinggi yang pernah diraih oleh Pemerintah Kota Mojokerto dalam satu dekade terakhir. LPPD, merupakan dasar penilaian kinerja yang disampaikan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, yang memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan tugas pembantuan selama satu tahun anggaran. "LPPD kabupaten/kota disampaikan oleh bupati/walikota kepada menteri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. LPPD disampaikan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Nah, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyampaikan LPPD tahun 2018 pada Maret 2019. Dan hasilnya, keluar pada 2020 ini," terang wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini usai menerima penghargaan LPPD. Selain itu, evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah (EPPD) dilakukan untuk menilai kinerja keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik secara keseluruhan maupun keberhasilan pelaksanaan masing-masing urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. EPPD menggunakan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota merupakan sebagai sumber informasi utama. EPPD dilakukan untuk menilai kinerja makro dan kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.  Evaluasi kinerja makro dilakukan dengan menilai capaian kinerja masing-masing indikator kinerja makro dalam LPPD dan perubahan capaian kinerja masing-masing indikator kinerja makro dalam LPPD. Evaluasi kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, dilakukan dengan menilai capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) dalam LPPD. Tim Nasional EPPD melakukan EPPD provinsi dan kabupaten/kota setiap tahun. (Tik)

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenask

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenaskan

Mojokerto - Senin,19 Oktober 2020 sekitar pukul 10.00 WIB telah diketemukan mayat Mr X di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Wajah Mayat Mr.X

Toni (30), Kepala Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Mojokerto melaporkan kejadian ini ke Polsek Kemlagi setelah mendapatkan laporan dari penemu mayat Mr.X, Saipul (48) yang saat itu sedang mencari iles ubi ubian dihutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Cincin yang dipakai Mayat Mr.X 


Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. mengatakan jika Ciri-ciri Mr.X adalah laki-laki, umur kurang lebih 40 tahun, menggunakan cincin silver di jari tengah tangan kanan serta tidak menggunakan pakaian.


"Kronologinya adalah saat Saudara Saksi Saipul mencari iles ubi ubian, dia melihat mayat yang berada di luangan hutan posisi telentang, melihat hal tersebut selanjutnya Saipul melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Mojodowo dan Kepala Desa Desa Mojolerto melapor ke Polsek Kemlagi. Sementara ini barang bukti yang berhasil kita amankan adalah 1 pakaian baju levis, celana dalam dan 2 buah botol aqua," kata Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. (Jay)

Pemkab Terima Opini WTP Tahun Anggaran 2019 dari Kemenkeu RI

Pemkab Terima Opini WTP Tahun Anggaran 2019 dari Kemenkeu RI


MOJOKERTO- mojokertopos.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 dari Pemerintah RI, melalui Kementerian Keuangan termasuk kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Penghargaan diterimakan kepada Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, Senin (19/10) di Grand City Surabaya.


Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2018 lalu opini WTP juga telah dikantongi Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Ini artinya, WTP Tahun Anggaran 2019 kali ini, merupakan prestasi enam kali berturut-turut yang berhasil dipertahankan. WTP sendiri merupakan bentuk dari kesesuaian laporan keuangan yang telah dilaksanakan sesuai standard akuntansi pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.


WTP merupakan sarana menggambarkan kondisi sebuah daerah, yang telah menerapkan transparansi, dan good governance. Selanjutnya, informasi yang diolah dan disajikan dalam laporan yang menghasilkan predikat WTP, bisa dijadikan alat atau instrumen pengambilan sebuah keputusan strategis.


Selain menyerahkan WTP, pada acara ini juga dilaksanakan rakor ketertiban & keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 2020 jelang Pilkada 9 Desember mendatang (diikuti 19 daerah yang menyelenggarakan pilkada termasuk Kabupaten Mojokerto). Rakor yang dimoderatori oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, membahas beberapa hal mulai kendala teknis hingga peluang ancaman yang mungkin terjadi. Terlebih lagi, pilkada kali ini dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19.


Pembahasan rakor salah satunya disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, yang menyampaikan kabar baik terkait upaya pengendalian Covid-19. Dalam penekanannya, Fadil berharap agar pelaksanaan pilkada dilakukan tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang telah diwajibkan.


Kemudian, sesuai arahan Presiden Jokowi agar TNI Polri untuk tidak segan-segan menindak para bakal paslon yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, Polri akan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap aktivitas masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pilkada serentak.


“Recovery rate Jawa Timur dalam penanggulangan Covid-19 saat ini mencapai 87,28%. Maka dari itu, dalam pilkada ini kami minta prokes harus tetap dijaga. Jangan sampai terjadi pelanggaran, sebab peluang terjadi kerumunan cukup besar,” kata Fadil.


Selanjutnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan arahan menghendaki terjalinnya strong partnership antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan semua kabupaten/kota dalam menanggulangi pandemi.


Gubernur Khofifah menyebut, ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai mengingat pelaksanaan pilkada serentak ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan selama proses pilkada, meningkatkan angka partisipasi pemilih, sampai dengan mengantisipasi berbagai kerawanan yang timbul serta menjaga protokol kesehatan di setiap tahapan pilkada.


Khofifah mengatakan, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, maka harus dipastikan bahwa menjaga saat  tahap kampanye sampai dengan pemungutan suara, penghitungan suara sampai proses diumumkan perolehan suara dan pengumuman pemenang. Serta, memastikan bahwa para petugas pemilu mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam kondisi sehat dan terbebas dari Covid-19.


Khofifah juga mengajak 19 daerah yang melaksanakan pilkada di Jawa Timur, melakukan koordinasi terkait instrumen apa saja yang belum terpenuhi demi jalannya gelaran pesta demokrasi di tengah pandemi.


“Saya kira kita harus menjalin strong partnership. Daerah-daerah yang menggelar (pilkada), tolong komunikasikan instrumen apa yang belum terpenuhi. Misal support tenaga nakes dan alkes, demi kelancaran acara 9 Desember nanti,” terang Khofifah.


Khofifah turut mengabarkan update terkini penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur secara keseluruhan. Dari paparannya, dilaporkan bahwa per tanggal 19 Oktober 2020, tercatat ada lima daerah zona kuning (risiko rendah) sebaran Covid-19. Berdasarkan hitungan dan analisa, keadaan terpantau akan terus membaik.


“Hari ini tadi, ada lima yang kuning. Kita sudah bisa hitung-hitungan pemetaan. Insyallah besok sore posisi zonasi kita, ada 19 kab/kota kuning, dan 19 kab/kota oranye. Saya sebenarnya hitung Blitar sudah bisa zona hijau besok. Namun, ternyata ada tambahan kasus aktif. Jadi, kita harus tetap intensif melaksanakan penanggulangan sampai keadaan terkendali,” tambah Khofifah.


Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut, turut mewanti-wanti agar jangan sampai terjadi klaster baru dalam pelaksanaan pilkada nanti. Meski begitu, gubernur tidak ingin masyarakat melewatkan hak pilih suaranya dalam pilkada. Tidak berhenti pada pilkada saja, saat ini sudah banyak masyarakat yang mulai mengadakan hajatan pernikahan. Agenda tersebut, juga diprediksi mampu menciptakan klaster baru jika tidak dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan. Gubernur Khofifah memerintahkan agar para kepala daerah, bisa mengatasi hal ini dengan berkoordinasi dengan pihak terkait.


“Walaupun masih pandemi, saya harap keikutsertaan masyarakat dalam menyalurkan suara tetap tinggi. Hajatan nikah saat ini mulai banyak. Saya mohon bupati/walikota selalu koordinasi dengan Kepala KUA dan Kepala Kemenag. Kita tidak ingin ada klaster baru terbentuk,” tandas Khofifah.(Tik)


 



Soft Opening Pasar Rakyat Mojo Kembangsore Park Pacet

Soft Opening Pasar Rakyat Mojo Kembangsore Park Pacet



MOKOKERTO- mojokertopos.com: Dengan mengusung konsep ekonomi berbasis masyarakat, pasar rakyat "Mojo Kembangsore Park" Desa Petak Kecamatan Pacet, diharapkan mampu menjadi pendongkrak ekonomi dengan memposisikan warga sendiri sebagai investor utama.


Harapan tersebut diutarakan Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, saat memberi sambutan arahan soft opening Mojo Kembangsore Park sebagai pasar rakyat, rest area sekaligus wahana wisata. Himawan melihat Mojo Kembangsore Park sebagai sebuah kolaborasi berbasis tradisional dan modern yang baik.


Dirinya mengapresiasi Pemerintah Desa Petak, yang dinilai sukses memaksimalkan aset desa dalam pengelolaan BUMdes secara efektif. Apalagi, investor utama Mojo Kembangsore Park adalah masyarakat sendiri, salah satunya dengan cara memasarkan saham senilai Rp 4,5 juta per lembar. Menurut Himawan, sistem tersebut sangat modern dan tepat untuk diterapkan.


"Model manajemen penataan modal masa kini, banyak yang sudah pakai saham. Itu investasi yang sangat bagus. Usaha ini ada di bawah BUMDes. Sistem permodalan yang dipakai, berasal dari para investor selaku anggota bersama yakni masyarakat sini. Orang yang jualan, semua warga sekitar. Kalau lancar, impactnya pasti luar biasa. Selain investasi ekonomi, ada human capital juga. Manusia dapat pekerjaan dan penghasilan," kata Himawan, Jumat (17/10) siang.


Selain itu, Himawan juga berbagi beberapa ide pengelolaan pembangunan berkelanjutan, dengan tetap memakai keunggulan ekosistem alam tanpa merusak kelestariannya. Terpenting dari semua, Himawan mengajak semua untuk lebih melihat potensi dengan memanfaatkannya menjadi peluang bernilai investasi.


"Kalau ada aset seperti ini, harus dikelola mandiri. Jangan dijual ke orang lain. Jangan sampai kita jadi pegawai di rumah sendiri. Gali apa yang menarik. Misal di Pacet ini alamnya bagus, ya sudah pertahankan itu. Maksimalkan, terus kreatif, namun tetap jaga kelestariannya. Kalau ingin nambah pembangunan, pikirkan dulu daya dukungnya. Semua harus sinergis dan terukur," tandas Pjs Bupati.


Supoyo Kades Petak dalam sambutan selamat datang juga mengaku sangat optimis, ekonomi masyarakat Petak akan sangat terdongkrak dengan adanya fasilitas ini. Dirinya melaporkan jika saat ini, Mojo Kembangsore Park yang memiliki 140 lapak, sudah terisi sebanyak 104 lapak yang merupakan warga Petak. Serta, wahana bermain yang dibangun dengan anggaran senilai kurang lebih Rp 458 juta. Supoyo bahkan berancang-ancang, untuk segera merealisasikan rencana pembangunan wisata "Mojokerto Lampion Garden" yang ditargetkan di tahun 2021 mendatang.


"Areal ini, riwayatnya adalah tanah kas desa (TKD). Semua bantuan murni dari BK Desa Kabupaten Mojokerto. Pasar ini milik desa, dan investor kami adalah masyarakat sendiri. Investasi saham, kami jual Rp 4,5 juta per lembar pada masyarakat. Dalam satu hari saja sudah habis terjual. Mohon do'a, supaya kami juga bisa membangun Mojokerto Lampion Garden pada 2021 nanti," terang Supoyo.


Acara yang dihadiri Forkopimca, AKD dan Kades se-Kecamatan Pacet, ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo didampingi Kades Petak dan Camat Pacet.(Tik)



Tak Terima Dituduh Maling, Warga Mojosari Lapor Polisi

Mojokerto - Gara-gara kerap dituduh maling oleh tetangga sendiri, Surya (25th), pria perjaka warga Mojosari akhirnya mengambil sikap tegas lapor polisi.    "Habis gimana mas... Ia (penuduh/terlapor, red) sudah keterlaluan. Martabat dan kehormatan keluarga saya dipandang remeh dan rendah. Seolah rumah saya itu sarang maling, apa....!!!", ujar Surya, saat dicegat wartawan usai keluar ruang Reskrim Polres Mojokerto, pada Sabtu (17/10).   Dijelaskan anak muda yang punya nama lengkap Surya Nazaruddin Baytulloh, warga Dusun Nambangan RT 27 RW 7 Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto ini, bahwa keputusan lapor polisi berdasar musyawarah dan dorongan keluarga. Agar si penuduh tidak mentang mentang di kemudian hari. Dan ada efek jera tidak mengulangi perbuatannya lagi.   Ketika ditanya kronologis kejadian, diceritakan bermula hari Minggu (11/10). Sebut saja Kamil, pria (20 th), tetangganya sendiri. Kehilangan sepeda motor Vario warna hitam yang diparkir di dalam rumah. Entah apa yang berkecamuk di pikirannya kok tiba tiba arah tuduhan dialamatkan diri saya, kata Surya serius.   Dijelaskan pula, Kamil lapor Ketua RT setempat. Untuk diajak rame rame gerebek rumah Surya. Untung pak RT bijaksana. Karena ada rasa janggal. Selain gonta ganti sasaran yang dituduh, juga tidak logis. Termasuk Mengapa tidak melapor polisi saja jika betul betul merasa kehilangan. Wah...bisa jadi ada gelagat modus tidak baik yang di skenario si Kamil sendiri, imbuh Surya, yang dibenarkan keluarga.   Bahwa si Kamil diakui Surya masih ada hubungan famili. Namun sikapnya yang kerap kali tidak bersahabat, sering mencibir, memfitnah, dan sebagainya, hingga membikin Surya dan keluarganya tidak betah. (Jayak)
Tak Terima Dituduh Maling, Warga Mojosari Lapor Polisi

Mojokerto - Gara-gara kerap dituduh maling oleh tetangga sendiri, Surya (25th), pria perjaka warga Mojosari akhirnya mengambil sikap tegas lapor polisi.  


"Habis gimana mas... Ia (penuduh/terlapor, red) sudah keterlaluan. Martabat dan kehormatan keluarga saya dipandang remeh dan rendah. Seolah rumah saya itu sarang maling, apa....!!!", ujar Surya, saat dicegat wartawan usai keluar ruang Reskrim Polres Mojokerto, pada Sabtu (17/10). 


Dijelaskan anak muda yang punya nama lengkap Surya Nazaruddin Baytulloh, warga Dusun Nambangan RT 27 RW 7 Desa Ngimbangan Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto ini, bahwa keputusan lapor polisi berdasar musyawarah dan dorongan keluarga. Agar si penuduh tidak mentang mentang di kemudian hari. Dan ada efek jera tidak mengulangi perbuatannya lagi. 


Ketika ditanya kronologis kejadian, diceritakan bermula hari Minggu (11/10). Sebut saja Kamil, pria (20 th), tetangganya sendiri. Kehilangan sepeda motor Vario warna hitam yang diparkir di dalam rumah. Entah apa yang berkecamuk di pikirannya kok tiba tiba arah tuduhan dialamatkan diri saya, kata Surya serius. 


Dijelaskan pula, Kamil lapor Ketua RT setempat. Untuk diajak rame rame gerebek rumah Surya. Untung pak RT bijaksana. Karena ada rasa janggal. Selain gonta ganti sasaran yang dituduh, juga tidak logis. Termasuk Mengapa tidak melapor polisi saja jika betul betul merasa kehilangan. Wah...bisa jadi ada gelagat modus tidak baik yang di skenario si Kamil sendiri, imbuh Surya, yang dibenarkan keluarga. 


Bahwa si Kamil diakui Surya masih ada hubungan family. Namun sikapnya yang kerap kali tidak bersahabat, sering mencibir, memfitnah, dan sebagainya, hingga membikin Surya dan keluarganya tidak betah. (Jay)

Simpatisan PUTI ini Diadukan Ke Polisi, Persaingan IKBAR dan PUTI Memanas

Persaingan IKBAR dan PUTI Memanas, Ada Satu Simpatisan PUTI yang Diadukan ke Polda Jatim

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.


Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut. 


"Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.


Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.


"Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra.


Guna investigasi lebih dalam lagi, media ini mencoba mengkonfirmasi Boga Septon Kurniawan (42) simpatisan pasangan Pungkasiadi - Titik (Puti) yang diadukan ke Ditreskrimsus Polda Jatim oleh tim pemenangan IKBAR pada Senin (12/10/2020). 


Boga mengatakan, habis Jumatan tadi saya didampingi teman-teman ke Polda Jatim untuk konfirmasi apakah benar saya dilaporkan tim lawyer IKBAR seperti pemberitaan di media online yang tersebar di sosial media.


"Saya datang ke Polda Jatim bukan sebagai kapasitas sebagai terpanggil, namun mengkonfirmasi kebenaran pemberitaan di media. Dan penyidik mengatakan memang ada pengaduan. Saya tidak tau bedanya pengaduan dengan pelaporan. Jadi ada pengaduan yang dilakukan oleh Herlambang yang merupakan Lawyer dari pasangan IKBAR. Saya membawa dua berita acara yang sudah saya print. Berita awal saya dilaporkan ke Polisi. Tapi pada kenyataannya tadi saya konfirmasi ke Polda Jatim sifatnya pengaduan. Itu sudah sejak hari Senin. 


Terkait video tumpukan uang. Boga menyebut video tumpukan uang di dalam mobil tim sukses IKBAR tersebut justru pertama kali disebar simpatisan Ikbar sendiri ke grup WhatsApp.


Boga mengaku mendapatkan video tumpukan uang di dalam mobil Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC milik Najib Al Falaq dari grup WhatsApp Merah Delima pada 1 Oktober 2020 tengah malam. Merah Delima merupakan grup yang berisi para relawan dan simpatisan dari tiga paslon kontestan Pilbup Mojokerto 2020. Najib sebagai pemilik mobil, saat ini menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto sekaligus Wakil Sekretaris tim pemenangan IKBAR.


“Video uang berserakan di dalam mobil tim sukses Ikbar diposting mantan Kades Sidorejo Kecamatan Jetis Pada 1 Oktober 2020 pukul 23.12 WIB di grup WhatsApp Merah Delima. Menurut gambar-gambar yang saya simpan, yang bersangkutan ini memang simpatisannya IKBAR. Jejak digital ada kok, tidak saya hapus, masih utuh,” pungkas Boga, Jumat (16/10/2020).


Setelah mendapatkan video tumpukan uang tersebut, Boga lantas mencari video di Facebook. Dia menemukan video yang merekam momen Cawabup Barraa menuliskan sesuatu ke mobil yang sama. Menurut dia, video yang direkam di guest house Institut KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet pada 24 September tersebut diunggah mantan Kades Tambakagung, Kecamatan Puri. Boga lantas menggabungkan dua video tersebut dan mengunggahnya ke Tiktok.


“Saya ambil berupa tangkapan layar ada background Facebooknya. Itu memang jauh sebelum kejadian mobil berisi uang berserakan beredar. Hanya saja objeknya mobil yang sama. Kemudian saya posting di Tiktok pakai akun saya sendiri. Itu jelas video berbeda, tampilan latar belakangnya berbeda. Saya jadikan satu karena ini objek yang sama, yaitu mobil tim sukses Ikbar. Di Tiktok saya tulisi ‘Salah satu paslon peserta Pilkada Mojokerto’, masih ada, tidak saya hapus. Setelah di Tiktok, saya kirim ke grup Merah Delima jam 2 malam,” bebernya.


Boga mengaku sempat diklarifikasi oleh Barraa setelah mengunggah video dari Tiktok ke grup WhatsApp Merah Delima. Karena dia dianggap mengaitkan dua video dengan momen berbeda. Sehingga menimbulkan kesan negatif bagi pasangan Ikbar.


“Saya jawab kalau saya tak mengaitkan. Ini memang objeknya sama (mobil tim sukses Ikbar), tapi waktu dan tempatnya berbeda. Yang mengasumsikan seperti itu kan pihak yang lain. Karena saya tidak menyebutkan ini uang apa, tidak ada pernyataan yang menimbulkan kebencian,” pungkasnya.


Akibat menggabungkan dua video tersebut, Boga diadukan tim pemenangan pasangan Ikbar ke Polda Jatim pada Senin (12/10/2020). Dia dinilai telah menyebarkan hoax dan ujaran kebencian melalui medsos. Video yang diposting Boga dianggap merugikan IKBAR.


“Saya tetap menjadi warga negara yang baik. Kalau memang menjadi ranah kepolisian, saya menunggu tahapan, misalnya panggilan untuk dimintai keterangan, akan saya datangi dan memberi keterangan sesuai fakta. Semua tahapan akan saya lalui,” pungkasnya. (Jay)

Gus Barra: Meski Ada Masalah, Elektabilitas IKBAR Saat ini Mencapai 57,9 %

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.  Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut.   "Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.  Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.  "Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra. (Jayak)
Gus Barra: Meski Ada Masalah, Elektabilitas IKBAR Saat ini Mencapai 57,9 %

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.


Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut. 


"Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.


Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.


"Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra. (Jayak)

Pria ini Tewas saat Berhubungan Badan dengan Teman Wanitanya

Pria ini Tewas saat Berhubungan Badan dengan Teman Wanitanya

Mojokerto - Seorang pria ditemukan tewas di kamar Hotel Wonokerto yang beraalamatkan di Jalan Raya Trawas Dusun Wonokerto Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging Mojokerto, Rabu (14/10/2020) pukul 17.30 WIB.


Pria itu diketahui bernama Sulatin (48) asal jalan Kahuripan, Kelurahan Celep Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo. Dia dikabarkan meninggal setelah berhubungan badan dengan wanita berinisial SR 28 yang juga berasal asal Sidoarjo.


Sukri (40), petugas penjaga hotel mengatakan, korban masuk atau Chek in dengan wanita di hotel Wonokerto (WK) sekitar pukul 16.30 WIB dengan memesan kamar nomor 15. 


"Setelah masuk kamar, tak lama kemudian dia mendapatkan laporan dari wanita yang bersama korban. Tadi saya dipanggil dimintai tolong untuk melihat kondisi korban, saat dia mencoba memeriksa korban sudah tak bernyawa dan saya langsung lapor polisi,” pungkasnya.


Kapolsek Pungging, AKP Suwiji mengatakan, dari hasil keterangan Saksi atau teman wanita korban, saat masuk kamar korban sudah berada di dalam kamar dengan kondisi telanjang dada. 


"Saat berhubungan layaknya suami istri, nafas korban tersengal-sengal seperti sesak nafas. Saksi kemudian meminta tolong kepada pegawai hotel untuk melihat kondisi korban di dalam kamar. Saat pegawai hotel melihat kondisi korban, nafas korban masih tersengal-sengal. Tidak lama kemudian nafasnya terhenti," jelasnya seperti yang dikutip dari laman jatim now.


Setelah mendapat laporan, sejumlah anggota Polsek Pungging dan Tim Inafis Polres Mojokerto melakukan identifikasi di lokasi dan mengevakuasi jasad korban. Dari lokasi mereka menemukan minuman energi.


"Untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban, jenazah dibawa ke Kamar Mayat RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, Mojokerto. Korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum luar. Dari tubuh korban tidak ada bekas kekerasan. Penyebabnya masih dalam penyelidikan," tutupnya. (Jay)

IKBAR Bakal Berikan Tunjangan pada Guru Swasta & Gratiskan Paket Data Pelajar

Bu Dokter Ikfina saat memberikan sambutan

Mojokerto - Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si atau yang akrab yang disapa Bu Dokter Ikfina menggelar kampanye di Rumah Ibu Suparmi Dusun Padi RT 01 RW 04 Desa Padi Kec. Gondang, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2020) Pukul 11.00 - 12.00 WIB.


Efendy Nugroho, Ketua DPD PKS Kabupaten Mojokerto mengatakan bahwa pasangan Ikfina-Barra (IKBAR) mempunyai program penuntasan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Yang dihitung-hitung membutuhkan biaya 800 milyar.


"Selain jalan yang dituntaskan. Ada juga paket data gratis, tunjangan bulanan bagi tenaga pendidik swasta dan TPQ. Serta peningkatan sarana dan prasarana pustu, puskesmas dan rumah sakit," ujar Efendy.


Lebih lanjut, Efendy juga mengatakan bahwa Wakil Bu Ikfina adalah H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra yang merupakan anak pertama dari KH.Asep Saifudin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.


"Total santri Ponpes Amanatul Ummah ada 8000 santri. Jadi sudah terbukti Gus Barra berpengalaman secara spiritual dan membangun akhlakul karimah pada umumnya. Jadi ini pasangan yang pas ya. Ahli kesehatan dan ahli agama," kata Efendy.


Sementara itu, Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si mengatakan bahwa saya bu ikfina dengan calon saya Gus Barra sowan adalah untuk silaturahim. Karena apa, karena panjenengan semua berhak mengetahui secara langsung calon bupati Mojokerto sebagai bukti keseriusannya. 


"Kemudian tujuan kami yang kedua adalah menyampaikan visi misi program. Dan tadi sudah disampaikan Pak Efendy. Niat utama kami adalah melakukan sungguh-sungguh untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur. Perhatian utama kami adalah bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Karena tiga bidang tersebut sangat terdampak pandemi covid 19," tegas Ikfina. (Jay)

IKBAR Bakal Bangun Stadion Sepak Bola & GOR Berstandar Internasional

Mojokerto - Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra menggelar kampanye di Rumah Ibu Hj. Sutiani Dusun Wonoasri Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2020) pukul 09.00-10.30 WIB.  Dalam kampanyenya, Gus Barra mengatakan bahwa Kabupaten Mojokerto belum dilirik secara nasional. Hal ini bisa dilihat jika ada event nasional Sepak Bola biasanya lokasinya di Sidoarjo, karena disana lebih layak.   "Di Mojokerto ada apa ? GOR Mojosari ? Nah hal ini yang akan kita perbaiki agar menjadi stadion sepak bola dan GOR yang berstandar Internasional," ujar Gus Barra.  Menyinggung soal pertanian dan ekonomi, Gus Barra menyatakan bahwa mau tidak mau Mojokerto ini jadi cadangan pangan Jawa Timur. Karena di Mojokerto ini 80%nya adalah tanah pertanian.   "Mari kita tingkatkan sektor ekonomi kita dari pertanian, wisata, UMKM dan hal lainnya. Tinggal bagaimana nantinya Bupati yang terpilih harus pinter-pinternya mencari solusi merosotnya ekonomi di Kabupaten Mojokerto akibat covid-19," terang Gus Barra.  Lebih lanjut, Gus Barra juga berjanji jika Ikfina-Barra (IKBAR) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto akan menghindari praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).    "Kenapa hal ini kita lakukan ? karena saat kita memberikan contoh yang baik, sama halnya kita memberi contoh kepada bawahannya. Alhamdulillah saya dididik di lingkungan yang Insha Allah menjunjung tinggi nilai agama. Saya lahir sudah mondok. Karena abah saya punya mondok.  IKBAR berkomitmen agar tidak sampai didanai orang lain. Kalau didanai orang lain nanti kebijakannya diatur orang lain dan bakal nyaur hutang," tutup Gus Barra. (Jayak)
IKBAR Bakal Bangun Stadion Sepak Bola & GOR Berstandar Internasional

Mojokerto - Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra menggelar kampanye di Rumah Ibu Hj. Sutiani Dusun Wonoasri Desa Wonoploso Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2020) pukul 09.00-10.30 WIB.


Dalam kampanyenya, Gus Barra mengatakan bahwa Kabupaten Mojokerto belum dilirik secara nasional. Hal ini bisa dilihat jika ada event nasional Sepak Bola biasanya lokasinya di Sidoarjo, karena disana lebih layak. 


"Di Mojokerto ada apa ? GOR Mojosari ? Nah hal ini yang akan kita perbaiki agar menjadi stadion sepak bola dan GOR yang berstandar Internasional," ujar Gus Barra.


Menyinggung soal pertanian dan ekonomi, Gus Barra menyatakan bahwa mau tidak mau Mojokerto ini jadi cadangan pangan Jawa Timur. Karena di Mojokerto ini 80%nya adalah tanah pertanian. 


"Mari kita tingkatkan sektor ekonomi kita dari pertanian, wisata, UMKM dan hal lainnya. Tinggal bagaimana nantinya Bupati yang terpilih harus pinter-pinternya mencari solusi merosotnya ekonomi di Kabupaten Mojokerto akibat covid-19," terang Gus Barra.


Lebih lanjut, Gus Barra juga berjanji jika Ikfina-Barra (IKBAR) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto akan menghindari praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).  


"Kenapa hal ini kita lakukan ? karena saat kita memberikan contoh yang baik, sama halnya kita memberi contoh kepada bawahannya. Alhamdulillah saya dididik di lingkungan yang Insha Allah menjunjung tinggi nilai agama. Saya lahir sudah mondok. Karena abah saya punya mondok. IKBAR berkomitmen agar tidak sampai didanai orang lain. Kalau didanai orang lain nanti kebijakannya diatur orang lain dan bakal nyaur hutang," tutup Gus Barra. (Jay)

IKBAR Kampanye di Desa Sawo Kecamatan Jetis

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Mojokerto  saat memberikan Kampanye di Desa Sawo Kecamatan Jetis



Mojokerto - Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si menggelar kampanye di Rumah Ibu Santi Desa Sawo RT 06 RW 02 Kec. Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (14/10/2020) Pukul 11.55 WIB.

Ikfina saat Kampanye di Desa Sawo Kecamatan Jetis


Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto, Ayub Busono Lystiawan mewakili tim kampanye menyampaikan agar masyarakat di Desa Sawo Kecamatan Jetis menjaga keamanan, kesehatan, perekonomian dan Politik di lingkungan masing-masing. 


"Pada saat ini di negara kita ada wabah yang namanya corona. Panjenengan berkumpul disini juga harus mengikuti protokol kesehatan. Semuanya harus memakai masker supaya tetap sehat dan sampai akhirnya tanggal 9 Desember 2020 bisa nyobolos nomor 1," ujar Ayub.

Ikfina bagikan bola volley pada kaum millineal


Sementara itu, Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati dalam kampanyenya mengatakan bahwa Ikfina-Barra (IKBAR) sudah menyiapkan cara bagaimana kita akan menjadikan masyarakat Mojokerto yang maju adil makmur .


Ikfina bagikan Kain batik pada ibu-ibu dan sarung untuk bapak-bapak
"Antara lain kita akan memberikan UMKM atau kartu pra UMKM di setiap Kecamatan. Kita kasih permodalan dan pendampingan bagaimana mereka bisa hidup sehat dan makmur dan kita akan memfasilitasi pendidikan yang selama ini belum tersentuh pemerintah antara lain perhatian kepada guru- guru sekolah madrasah," jelas Ikfina.



Lebih lanjut, Ikfina juga mengatakan bahwa ada juga program IKBAR yang bertujuan untuk memberikan tunjangan bulanan kepada guru-guru terutama guru madrasah dan TPQ. 


"Selain pendidikan formal, kita juga akan adakan kegiatan anak-anak usia sekolah untuk mengaji. Kemudian nanti kita berikan sertifikat mengaji dan sertifikat ini yang nantinya dibutuhkan anak-anak usia sekolah untuk mendaftar di sekolah. Hal ini kami lakukan agar kita tidak hanya pandai di pendidikan formal, tapi juga pandai di pendidikan non formal. Berkembang kecerdasan formalnya dan berkembang juga," tutup Ikfina. (Jay)

Residivis Curanmor ini Ditangkap Polisi untuk yang Keempat Kalinya

Residivis Curanmor ini Ditangkap Polisi untuk yang Keempat Kalinya

Mojokerto - Polres Mojokerto menggelar Konferensi Pers pencurian kendaraan bermotor roda dua, Selasa (13/10/2020) di Mapolres Mojokerto.

Residivis Curanmor ini Ditangkap Polisi untuk yang Keempat Kalinya

Pencurian Honda Beat Hitam Nopol S 2640 NAC milik Dwi Asrini (32) tersebut terjadi pada 21 September 2020 pukul 02.30 WIB di Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya tersangka juga melakukan pencurian Honda Vario Nopol S 2029 NAV yang telah dijual ke Madura seharga Rp.3.500.000


Tersangkanya adalah Budianto (45) yang merupakan residivis yang telah 3 kali masuk penjara yang pertama di Sidoarjo dan yang kedua dan ketiga di Surabaya. Tersangka Budianto berdomisili di Bonowati GG 1 Nomor 9 Kenjeran Surabaya. 


"Dan satu tersangkanya lagi adalah Wanto yang saat ini masih DPO. Wanto juga merupakan residivis yang pernah di Proses di Sidoarjo, Surabaya dan Probolinggo. Kronologi penangkapannya adalah didapat informasi bahwa di daerah Banowati-Kenjeran terdapat seseorang yang akan melakukan transaksi sepeda motor dengan Nopol S 2640 NAC, selanjutnya tim Opsnal Unit Pidum langsung ke Surabaya, setelah koordinasi dengan Reskrim Kenjeran, kami langsung mengamankan pelaku berikut barang buktinya," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander. (Jay)

Perampok Sadis Spesialis Janda ini Diamankan Polisi

Mojokerto -  Polres Mojokerto menggelar Konferensi Pers perampokan di dua rumah yang hanya ditinggali oleh seorang janda, Selasa (13/10/2020) di Mapolres Mojokerto

Perampok Sadis Spesialis Janda ini Diamankan Polisi

Perampok Sadis Spesialis Janda ini Diamankan Polisi
Tersangka perampokan ini adalah Eko Prayitno (39) seorang satpam yang bekerja di PT Multex Ngoro. Sedangkan untuk korbannya adalah Hj.Juliati (56) yang beralamatkan di Dusun Glatik RT 02 RW 03 Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 


Kemudian untuk korban yang kedua adalah Marwati (60) Desa Watesnegoro RT 01 RW 09, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.


Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dalam konferensi persnya mengatakan bahwa tersangka ini telah menggambar target lokasi 2 minggu sebelum perampokan untuk memastikan kondisi aman.


"Motifnya adalah tersangka ini tak segan segan bertindak kasar pada korban untuk bisa menguasai harta benda korban. Menurut pengakuan tersangka, ia berani merampok karena mempunyai hutang 50 juta di bank untuk membangun rumah. Saat ini kedua korban mengalami trauma dan masih tidak menyangka masih hidup karena telah dipukuli benda tumpul oleh tersangka hingga pingsan," ujarnya. (Jay)

Pengedar Uang Palsu 20 Juta ini Diamankan Polisi


Pjs Bupati: “Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju”

Penyerahan penghargaan Lomba Sinergitas Kecamatan Tahun 2020




MOJOKERTO- mojokertopos.com: Memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-75, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur tetap semangat untuk selalu menjadi yang terdepan, religius, sejahtera lahir batin melalui 9 bhakti bagi Jawa Timur. Yakni Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah, dan Jatim Harmoni.


Amanat tersebut selanjutnya dibacakan kembali oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, saat memimpin upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-75, di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Senin (12/10).


“Meski dalam pandemi Covid-19, kita harus tetap semangat membangun Jawa Timur. Ini sesuai dengan tema Hari Jadi Jawa Timur ke-75 yakni “Semangat Nawa Bhakti Satya untuk Jawa Timur Maju” yang harus kita junjung,” kata Pjs Bupati Mojokerto.


Selain itu, pada amanat tersebut juga terdapat amanat untuk mesukseskan empat hal penting. Pertama, menyukseskan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berlangsung secara serentak di 19 Kabupaten di seluruh Jawa Timur. Kedua, ASN harus lebih total dalam bekerja dalam kerangka good governance and efficient bahkan productive government, pemerintahan yang baik, efisien dan produktif di masa pendemi. Ketiga, konsistensi dan kesiapsiagaan penuh dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19. Keempat, selalu menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif.


Pada upacara ini, diserahkan penghargaan Lomba Sinergitas Kecamatan Tahun 2020, atas laporan kinerja kecamatan tahun 2019. Adapun kecamatan peraih penghargaan antara lain Kecamatan Puri dengan nilai 93,75 sebagai juara I, Kecamatan Gedeg dengan nilai 85,25 sebagai juara II, dan Kecamatan Trowulan dengan nilai 80,25 sebagai juara III. Penghargaan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/362/HK/416-012/2020, diserahkan langsung oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo pada masing-masing camat.


Pada Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-75 kali ini juga, Pemerintah Kabupaten Mojokerto sekaligus berhasil menorehkan penghargaan tingkat provinsi. Yakni terpilih sebagai Terbaik I (Juara I) lomba Bumdes se-Jawa Timur, atas Bumdes Ketapanrame Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada hari yang sama.


Penilaian lomba didasarkan pada hasil uji lapang yang meliputi enam aspek. Antara lain kelembagaan, pengelolaan usaha, keuangan, dampak, kemitraan, serta aspek pembinaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban.(Tik)


 



Dinsos Kab. Mojokerto Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran

Dinsos Kab. Mojokerto Salurkan Bantuan Sembako Untuk Korban Kebakaran


Mojokerto-mojokertopos.com : Di dampingi oleh H. Eko Edi Sutarno SH sebagai Kades Terusan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto melalui Tim Relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) telah menyalurkan bantuan kepada ibu Siti R pihak keluarga korban musibah kebakaran di Dusun Bagusan RT 7 RW 4 Desa Terusan Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (09/10/20). 



Dalam surat berita acara penyerahan barang tersebut, Drs. Nugroho Achmad W, MM Sebagai Plt Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial memberikan sejumlah bantuan sembako berupa beras 30 Kg, Minyak goreng 6 liter, mie instan 1 kardus, dan lauk pauk sejumlah 4 paket. 



Zainuddin dari Tim Relawan Tagana menjelaskan, "Kami mewakili pimpinan, menyalurkan alokasi bantuan kepada keluarga korban kebakaran. Mohon maaf sebelumnya kalau dalam pelaksanaan ada Mis komunikasi, Sebelum nya kita tidak tahu kalau ada bencana kebakaran. Karena menurut laporan, Belum ada surat pemberitahuan yang masuk. Sebenarnya kalau kita tahu dan ada laporan masuk langsung kita tindak lanjut kok. Tidak menunggu sampai lama, satu hari kita survei, proses langsung kita laksanakan. Soalnya kita bekerja dari hati," ungkapnya. 



Pertemuan berlangsung secara singkat. Setelah menandatangani berita acara penyerahan barang, Paklis sebagai keluarga korban mengucapkan, "Terima kasih atas kunjungan dan kepedulian Dinsos Kabupaten Mojokerto. Apa yang telah disalurkan ini sangat membantu meringankan dan bermanfaat bagi kami dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari," imbuhnya. (Agung Chornelis)



MOJOKERTO
JAKARTA
SURABAYA

 
Atas