RUNNING NEWS :
Loading...

Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.  Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.  Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya.   "Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah.   Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .  "Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.  Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).  "Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.  Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.  "Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak)
Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.

Suasana Webinar di Kantor BPJS Kesehatan Mojokerto

Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.


Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya. 


"Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah. 


Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .


"Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.


Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).


"Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.


Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.


"Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak) 

Penyaluran Distribusi Air Bersih BPBD Kabupaten Mojokerto

Penyerahan Bantuan Air bersih di Kunjorowesi dan Duyung


MOJOKERTO- mojokertopos.com: Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, mengawal langsung penyaluran bantuan air bersih yang rutin dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rabu (21/10). Bantuan didistribusikan untuk beberapa desa rawan kekeringan di Kecamatan Ngoro, yakni Kunjorowesi dan satu desa di Kecamatan Trawas yakni Duyung.


Pjs Bupati Mojokerto, saat turun langsung menyalurkan bantuan air, turut menyampaikan apresiasinya kepada BPBD. Himawan menilai, air bersih merupakan kebutuhan primer masyarakat untuk mewujudkan hidup bersih dan sehat.


“Saya apresiasi BPBD yang sudah bertugas. Karena lokasi sini juga cukup jauh. Saya harap airnya cukup. Kami juga dorong BPBD agar terus mengusahakan supaya air bersih selalu tercukupi,” kata Pjs Bupati Mojokerto.


Kepala Desa Kunjorowesi pada kegiatan ini menyampaikan, PU Provinsi Jawa Timur juga telah memberikan bantuan pipa air sepanjang 1 km beserta pompa portable, yang dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui BPBD mulai 2 Agustus 2020, sudah menyalurkan bantuan air bersih setiap hari (kecuali Kamis dan Sabtu) sebanyak 12.000 liter per hari. Rencananya, bantuan akan disalurkan hingga 24 Oktober 2020.  Namun, apabila masih diperlukan masyarakat Desa Kunjorowesi, BPBD siap untuk memperpanjang bantuan air bersih.


Selanjutnya di Desa Duyung, Pjs Bupati Mojokerto mengatakan akan berkoordinasi dengan UTC Ubaya terkait kekurangan air di Duyung. Hal ini mengingat Desa Duyung termasuk dalam daerah pemasok air terbanyak, dengan jumlah mencapai 32 dim. Hal ini disinyalir karena letak sumber air berada di bawah, sehingga sebagian wilayah Desa Duyung bagian atas mengalami kekurangan air ketika kemarau.  


“Nanti akan kita telusuri masalahnya dimana, kita bisa koordinasi dengan Ubaya. Karena, saya juga heran kenapa bisa terjadi demikian (kekurangan air) di Duyung ini,” kata Pjs Bupati Mojokerto.


Selain itu, Pjs Bupati Mojokerto juga mengajak warga Duyung dan Pemerintah Desa Duyung untuk bersinergi, dalam mengelola potensi desa untuk dimanfaatkan dalam BUMDes.


“Saya dengar di sini ini ada kebun durian yang dikelola warga. Itu bisa jadi tempat wisata buah. Seinergikan potensi ini, baik dari warga bersama pemerintahan desa. Nanti bisa masuk di BUMDes,  dikelola warga setempat, hingga memberi manfaat jangka panjang,” saran PjS Bupati Mojokerto.(Tik)



Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Mojokerto - Ada peristiwa yang mengejutkan di sela-sela kampanya Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si atau yang akrab yang disapa Bu Dokter, Rabu (21/10/2020) Pukul 11.00 - 12.00 WIB di Rumah Ibu Umi Salamah Dusun Setoyo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

 Daftar Lagu IKBAR

Saat ditanya mengapa mendukung Ikfina-Barra (IKBAR), Cak Sodiq Monata mengatakan IKBAR itu artinya membesarkan. Hal itulah yang membuat saya yakin mendukung IKBAR. Saya yakin Nama Mojokerto akan besar setelah IKBAR menjadi Kepala Daerah Kabupaten Mojokerto.


"Bu Ikfina dan Gus Barra adalah sosok milineal dan cerdas. Mojokerto Bangkit, Majapahit Bangkit," ujar Sodiq Monata.


Sementara itu, Efendy Nugroho, Ketua DPD PKS Kabupaten Mojokerto mengatakan jika

pasangan Ikfina-Barra (IKBAR) mempunyai program penuntasan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Yang dihitung-hitung membutuhkan biaya 800 milyar.


"Selain jalan yang dituntaskan. Ada juga paket data gratis, tunjangan bulanan bagi tenaga pendidik swasta dan TPQ. Serta peningkatan sarana dan prasarana pustu, puskesmas dan rumah sakit," kata Efendy.


Lebih lanjut, Efendy juga mengatakan bahwa Wakil Bu Ikfina adalah H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra yang merupakan anak pertama dari KH.Asep Saifudin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.


"Total santri Ponpes Amanatul Ummah ada 12000 santri. Jadi sudah terbukti Gus Barra berpengalaman secara spiritual dan membangun akhlakul karimah pada umumnya. Jadi ini pasangan yang komplit ya. Ahli kesehatan dan ahli agama," terang Efendy.


Kemudian, Dokter Ikfina dalam kampanyenya yang didominasi emak-emak mengatakan bahwa sesama emak-emak kita punya cara berfikir yang sama. Emak-emak itu meskipun susah yang difikirkan itu hanya satu, bagaimana caranya anak bisa makan enak, nyandang genah, pendidikan dan kerja yang bagus serta bagaimana agar anaknya lebih mulia dari orang tuanya. 


"Ketika saya berangkat menjadi Bupati Mojokerto, saya tetap emak emak, meskipun saya harus menderita, saya harus tetap berjuang agar bagaimana Kabupaten Mojokerto bisa mendapatkan kesejahteraanya. Saya tidak bisa sendiri me jadul Bupati Mojokerto, saya butuh emak-emak se-Mojokerto. Saya butuh bukti dukungan panjenengan dengan doa dan pada tanggal 9 Desember monggo tindak rawuh teng TPS dan coblos nomor 1, coblos nomor 1 dan Coblos nomor 1," tandas Dokter Ikfina. (Jay)

Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya.   “Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).  Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  “Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.  Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.  Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jayak)
Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya. 


“Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).


Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


“Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.


Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.


Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jay)

Kota Mojokerto Raih Penghargaan LPPD Peringkat Dua Kategori Kota se-Jatim

Kota Mojokerto Raih Penghargaan LPPD Peringkat Dua Kategori Kota se-Jatim


MOJOKERTO- mojokertopos.com: Di bawah kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, pemerintah daerah kembali meraih penghargaan yang membanggakan di tahun 2020. Kali ini, Pemerintah Kota Mojokerto meraih penghargaan atas prestasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2018 dengan status kinerja sangat tinggi. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, hari ini (16/10). Melalui penghargaan ini, Kota Mojokerto menduduki peringkat ke dua kategori kota se-Jawa Timur. "Alhamdulillah, Kota Mojokerto menerima penghargaan atas prestasi dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah  Tahun 2018, dengan skor kinerja sangat tinggi yakni 3,4197. Ini artinya, Pemkot Mojokerto meraih peringkat nomor 2 kategori Kota se-Jatim, sedangkan peringkat 10 untuk Kota/Kabupaten se-Jatim," jelas Ning Ita, sapaan akrab walikota. Skor tersebut, lanjut Ning Ita, merupakan nilai tertinggi yang pernah diraih oleh Pemerintah Kota Mojokerto dalam satu dekade terakhir. LPPD, merupakan dasar penilaian kinerja yang disampaikan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, yang memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan tugas pembantuan selama satu tahun anggaran. "LPPD kabupaten/kota disampaikan oleh bupati/walikota kepada menteri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. LPPD disampaikan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. Nah, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyampaikan LPPD tahun 2018 pada Maret 2019. Dan hasilnya, keluar pada 2020 ini," terang wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini usai menerima penghargaan LPPD. Selain itu, evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah (EPPD) dilakukan untuk menilai kinerja keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah, baik secara keseluruhan maupun keberhasilan pelaksanaan masing-masing urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. EPPD menggunakan LPPD yang disampaikan oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota merupakan sebagai sumber informasi utama. EPPD dilakukan untuk menilai kinerja makro dan kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.  Evaluasi kinerja makro dilakukan dengan menilai capaian kinerja masing-masing indikator kinerja makro dalam LPPD dan perubahan capaian kinerja masing-masing indikator kinerja makro dalam LPPD. Evaluasi kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, dilakukan dengan menilai capaian Indikator Kinerja Kunci (IKK) dalam LPPD. Tim Nasional EPPD melakukan EPPD provinsi dan kabupaten/kota setiap tahun. (Tik)

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenask

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenaskan

Mojokerto - Senin,19 Oktober 2020 sekitar pukul 10.00 WIB telah diketemukan mayat Mr X di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Wajah Mayat Mr.X

Toni (30), Kepala Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Mojokerto melaporkan kejadian ini ke Polsek Kemlagi setelah mendapatkan laporan dari penemu mayat Mr.X, Saipul (48) yang saat itu sedang mencari iles ubi ubian dihutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Cincin yang dipakai Mayat Mr.X 


Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. mengatakan jika Ciri-ciri Mr.X adalah laki-laki, umur kurang lebih 40 tahun, menggunakan cincin silver di jari tengah tangan kanan serta tidak menggunakan pakaian.


"Kronologinya adalah saat Saudara Saksi Saipul mencari iles ubi ubian, dia melihat mayat yang berada di luangan hutan posisi telentang, melihat hal tersebut selanjutnya Saipul melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Mojodowo dan Kepala Desa Desa Mojolerto melapor ke Polsek Kemlagi. Sementara ini barang bukti yang berhasil kita amankan adalah 1 pakaian baju levis, celana dalam dan 2 buah botol aqua," kata Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. (Jay)

MOJOKERTO
JAKARTA
SURABAYA

 
Atas