RUNNING NEWS :
Loading...

Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.  Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.  Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya.   "Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah.   Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .  "Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.  Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).  "Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.  Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.  "Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak)
Lima Media ini Diundang BPJS Kesehatan Mojokerto Mengikuti Webinar

Mojokerto - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto mengundang lima media yang telah resmi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mojokerto untuk mengikuti Webinar dengan tema menjaga keberlangsungan program JKN-KIS di tengah pandemi Covid-19, Kamis (22/10/2020) pukul 08.25 WIB - 10.45 WIB.

Suasana Webinar di Kantor BPJS Kesehatan Mojokerto

Lima media tersebut yakni majalahglobal.com, suaramojokerto.com, bangsaonline.com, Radar Mojokerto dan Koran Surya. Lima media tersebut bisa bekerjasama secara resmi dikarenakan telah mempunyai surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.


Dalam Webinarnya, Hazbullah Thabrany Ahli Asuransi Kesehatan mengatakan jika hidup selalu beresiko. Resiko itu selalu ada. Kalau tidak mau beresiko ya jangan hidup. Resiko itu macam2 macam, ada resiko sakit maupun hal lainnya. 


"Manusia dan juga binatang sudah diberikan insting saling menolong. Seperti prinsip BPJS Kesehatan. Indonesia jauh Tertinggal dengan negara China, Jerman, Inggris, Amerika, Malaysia dan Vietnam. Hal ini dikarenakan Indonesia belum jalankan kontrak dengan rakyat secara konsisten. Secara garis besar urutan asuransi Indonesia di Dunia adalah nomor 111. Komitmen Politik Petinggi negeri belum cukup tinggi. Semoga setelah covid-19 lebih baik," ujar Hazbullah. 


Kemudian, Yustinus Prastowo Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Komunikasi Strategis mengatakan Prinsip JKN KIS atau BPJS Kesehatan adalah yang mampu silakan membayar lebih. Yang tidak mampu di tolong oleh negara sama seperti membayar pajak .


"Anggaran kesehatan dalam APBN 2020 berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 adalah 212,5 Triliun. Sedangkan di tahun 2019 hanya 113,6 Triliun. Sementara itu anggaran untuk program JKN dalam rangka Penanganan Covid-19 adalah 87,75 Triliun. Dimana rinciannya adalah belanja penanganan covid-19 adalah 65,8 Triliun, insentif tenaga medis 5,9 Triliun, santunan kematian 0,3 Triliun, Bantuan iuran JKN 3 Triliun, Gugus Tugas Covid-19 3,5 Triliun dan Insentif perpajakan di bidang kesehatan 9,05 Triliun," kata Yustinus.


Sementara itu, Kunto Ariawan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK menyatakan bahwa hasil piloting adalah tingginya layanan tidak tercatat. Ditemukan tingginya kecenderung layanan tidak tercatat di rekam medis namun ditagihkan dan telah dibayarkan pada prosedur fisioterapi (indikasi klaim fiktif).


"Kemudian rendahnya pemenuhan standar kelas rumah sakit. Ditemukan rumah sakit yang tidak memenuhi standar penetapan kelas berdasarkan PMK 56/2014 sehingga BPJS Kesehatan berpotensi kelebihan bayar. Kemudian juga ditemukan pembatalan tindakan namun tetap ditagihkan dan sudah dibayarkan oleh BPJS Kesehatan," kata Kunto.


Lebih lanjut, Kunto juga menyampaikan bahwa pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pemimpin serta institusi adalah kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi. Perlunya percepatan penerapan dan pelaksanaan tugas tim pencegahan dan penanganan kecurangan JKN yang sudah terbentuk.


"Perbaikan tata kelola perlu terus dilakukan dan dikawal pelaksanaannya. Sebagai bagian dari faktor pendukung keberhasilan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Untuk membangun pemahaman mengenai program JKN dan potensi kecurangan di dalamnya perlu dukungan pemberitaan dari media," tutup Kunto. (Jayak) 

Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Selain Ciptakan Lagu untuk IKBAR, Sodiq Monata juga Ajak Warga Mojokerto Coblos IKBAR

Mojokerto - Ada peristiwa yang mengejutkan di sela-sela kampanya Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si atau yang akrab yang disapa Bu Dokter, Rabu (21/10/2020) Pukul 11.00 - 12.00 WIB di Rumah Ibu Umi Salamah Dusun Setoyo, Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

 Daftar Lagu IKBAR

Saat ditanya mengapa mendukung Ikfina-Barra (IKBAR), Cak Sodiq Monata mengatakan IKBAR itu artinya membesarkan. Hal itulah yang membuat saya yakin mendukung IKBAR. Saya yakin Nama Mojokerto akan besar setelah IKBAR menjadi Kepala Daerah Kabupaten Mojokerto.


"Bu Ikfina dan Gus Barra adalah sosok milineal dan cerdas. Mojokerto Bangkit, Majapahit Bangkit," ujar Sodiq Monata.


Sementara itu, Efendy Nugroho, Ketua DPD PKS Kabupaten Mojokerto mengatakan jika

pasangan Ikfina-Barra (IKBAR) mempunyai program penuntasan jalan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Yang dihitung-hitung membutuhkan biaya 800 milyar.


"Selain jalan yang dituntaskan. Ada juga paket data gratis, tunjangan bulanan bagi tenaga pendidik swasta dan TPQ. Serta peningkatan sarana dan prasarana pustu, puskesmas dan rumah sakit," kata Efendy.


Lebih lanjut, Efendy juga mengatakan bahwa Wakil Bu Ikfina adalah H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra yang merupakan anak pertama dari KH.Asep Saifudin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.


"Total santri Ponpes Amanatul Ummah ada 12000 santri. Jadi sudah terbukti Gus Barra berpengalaman secara spiritual dan membangun akhlakul karimah pada umumnya. Jadi ini pasangan yang komplit ya. Ahli kesehatan dan ahli agama," terang Efendy.


Kemudian, Dokter Ikfina dalam kampanyenya yang didominasi emak-emak mengatakan bahwa sesama emak-emak kita punya cara berfikir yang sama. Emak-emak itu meskipun susah yang difikirkan itu hanya satu, bagaimana caranya anak bisa makan enak, nyandang genah, pendidikan dan kerja yang bagus serta bagaimana agar anaknya lebih mulia dari orang tuanya. 


"Ketika saya berangkat menjadi Bupati Mojokerto, saya tetap emak emak, meskipun saya harus menderita, saya harus tetap berjuang agar bagaimana Kabupaten Mojokerto bisa mendapatkan kesejahteraanya. Saya tidak bisa sendiri me jadul Bupati Mojokerto, saya butuh emak-emak se-Mojokerto. Saya butuh bukti dukungan panjenengan dengan doa dan pada tanggal 9 Desember monggo tindak rawuh teng TPS dan coblos nomor 1, coblos nomor 1 dan Coblos nomor 1," tandas Dokter Ikfina. (Jay)

Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya.   “Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).  Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.  “Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.  Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.  Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jayak)
Identitas Mayat yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Telah Diketahui

Mojokerto - Identitas mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa pakaian yang ditemukan warga di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) kemarin telah diketahui. Korban merupakan warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


Dalam keterangannya, Kapolsek Kemlagi, AKP Supriadi mengatakan bahwa, Senin sore ada keluarga yang mengakui jika korban merupakan anggota keluarganya. 


“Posisi mayat masih di RSUD RA Basoeni. Yang datang tak hanya keluarga namun juga ada tetangganya,” katanya, Selasa (20/10/2020).


Pihak keluarga tersebut menyebutkan jika memang mayat tersebut merupakan Sariyono (66) warga Prajurit Kulon VI/ 26-B Lingkungan Jayeng RT 3 RW 2, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.


“Beberapa ciri dari mayat diakui mirip, seperti gigi tengah patah, cincin yang digunakan dan baju yang ditemukan di sekitar lokasi. Untuk memastikan benar jika mayat tersebut merupakan warga Kota Mojokerto, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Saat diperiksa tim dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan memang ada kemiripan dengan yang diakui pihak keluarga tersebut,” ujarnya seperti yang dikutip dari laman berita jatim.


Sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin malam.


Sebelumnya, seorang mayat laki-laki tanpa pakaian ditemukan membusuk di di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2020) pukul 10.00 WIB. Barang bukti yang diamankan hanyalah cincin di jari tengah tangan sebelah kiri dan di sekitar lokasi ditemukan celana dalam, hem warna biru dan dua botol air mineral kosong. (Jay)

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenask

Mayat ini Ditemukan di Hutan Kemlagi dengan Kondisi Mengenaskan

Mojokerto - Senin,19 Oktober 2020 sekitar pukul 10.00 WIB telah diketemukan mayat Mr X di hutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Wajah Mayat Mr.X

Toni (30), Kepala Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Mojokerto melaporkan kejadian ini ke Polsek Kemlagi setelah mendapatkan laporan dari penemu mayat Mr.X, Saipul (48) yang saat itu sedang mencari iles ubi ubian dihutan petak 26 Rph Kemlagi Desa Mojodowo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.

Cincin yang dipakai Mayat Mr.X 


Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. mengatakan jika Ciri-ciri Mr.X adalah laki-laki, umur kurang lebih 40 tahun, menggunakan cincin silver di jari tengah tangan kanan serta tidak menggunakan pakaian.


"Kronologinya adalah saat Saudara Saksi Saipul mencari iles ubi ubian, dia melihat mayat yang berada di luangan hutan posisi telentang, melihat hal tersebut selanjutnya Saipul melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Mojodowo dan Kepala Desa Desa Mojolerto melapor ke Polsek Kemlagi. Sementara ini barang bukti yang berhasil kita amankan adalah 1 pakaian baju levis, celana dalam dan 2 buah botol aqua," kata Kapolsek Kemlagi, AKP Supriyadi SH. (Jay)

Simpatisan PUTI ini Diadukan Ke Polisi, Persaingan IKBAR dan PUTI Memanas

Persaingan IKBAR dan PUTI Memanas, Ada Satu Simpatisan PUTI yang Diadukan ke Polda Jatim

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.


Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut. 


"Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.


Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.


"Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra.


Guna investigasi lebih dalam lagi, media ini mencoba mengkonfirmasi Boga Septon Kurniawan (42) simpatisan pasangan Pungkasiadi - Titik (Puti) yang diadukan ke Ditreskrimsus Polda Jatim oleh tim pemenangan IKBAR pada Senin (12/10/2020). 


Boga mengatakan, habis Jumatan tadi saya didampingi teman-teman ke Polda Jatim untuk konfirmasi apakah benar saya dilaporkan tim lawyer IKBAR seperti pemberitaan di media online yang tersebar di sosial media.


"Saya datang ke Polda Jatim bukan sebagai kapasitas sebagai terpanggil, namun mengkonfirmasi kebenaran pemberitaan di media. Dan penyidik mengatakan memang ada pengaduan. Saya tidak tau bedanya pengaduan dengan pelaporan. Jadi ada pengaduan yang dilakukan oleh Herlambang yang merupakan Lawyer dari pasangan IKBAR. Saya membawa dua berita acara yang sudah saya print. Berita awal saya dilaporkan ke Polisi. Tapi pada kenyataannya tadi saya konfirmasi ke Polda Jatim sifatnya pengaduan. Itu sudah sejak hari Senin. 


Terkait video tumpukan uang. Boga menyebut video tumpukan uang di dalam mobil tim sukses IKBAR tersebut justru pertama kali disebar simpatisan Ikbar sendiri ke grup WhatsApp.


Boga mengaku mendapatkan video tumpukan uang di dalam mobil Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC milik Najib Al Falaq dari grup WhatsApp Merah Delima pada 1 Oktober 2020 tengah malam. Merah Delima merupakan grup yang berisi para relawan dan simpatisan dari tiga paslon kontestan Pilbup Mojokerto 2020. Najib sebagai pemilik mobil, saat ini menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto sekaligus Wakil Sekretaris tim pemenangan IKBAR.


“Video uang berserakan di dalam mobil tim sukses Ikbar diposting mantan Kades Sidorejo Kecamatan Jetis Pada 1 Oktober 2020 pukul 23.12 WIB di grup WhatsApp Merah Delima. Menurut gambar-gambar yang saya simpan, yang bersangkutan ini memang simpatisannya IKBAR. Jejak digital ada kok, tidak saya hapus, masih utuh,” pungkas Boga, Jumat (16/10/2020).


Setelah mendapatkan video tumpukan uang tersebut, Boga lantas mencari video di Facebook. Dia menemukan video yang merekam momen Cawabup Barraa menuliskan sesuatu ke mobil yang sama. Menurut dia, video yang direkam di guest house Institut KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet pada 24 September tersebut diunggah mantan Kades Tambakagung, Kecamatan Puri. Boga lantas menggabungkan dua video tersebut dan mengunggahnya ke Tiktok.


“Saya ambil berupa tangkapan layar ada background Facebooknya. Itu memang jauh sebelum kejadian mobil berisi uang berserakan beredar. Hanya saja objeknya mobil yang sama. Kemudian saya posting di Tiktok pakai akun saya sendiri. Itu jelas video berbeda, tampilan latar belakangnya berbeda. Saya jadikan satu karena ini objek yang sama, yaitu mobil tim sukses Ikbar. Di Tiktok saya tulisi ‘Salah satu paslon peserta Pilkada Mojokerto’, masih ada, tidak saya hapus. Setelah di Tiktok, saya kirim ke grup Merah Delima jam 2 malam,” bebernya.


Boga mengaku sempat diklarifikasi oleh Barraa setelah mengunggah video dari Tiktok ke grup WhatsApp Merah Delima. Karena dia dianggap mengaitkan dua video dengan momen berbeda. Sehingga menimbulkan kesan negatif bagi pasangan Ikbar.


“Saya jawab kalau saya tak mengaitkan. Ini memang objeknya sama (mobil tim sukses Ikbar), tapi waktu dan tempatnya berbeda. Yang mengasumsikan seperti itu kan pihak yang lain. Karena saya tidak menyebutkan ini uang apa, tidak ada pernyataan yang menimbulkan kebencian,” pungkasnya.


Akibat menggabungkan dua video tersebut, Boga diadukan tim pemenangan pasangan Ikbar ke Polda Jatim pada Senin (12/10/2020). Dia dinilai telah menyebarkan hoax dan ujaran kebencian melalui medsos. Video yang diposting Boga dianggap merugikan IKBAR.


“Saya tetap menjadi warga negara yang baik. Kalau memang menjadi ranah kepolisian, saya menunggu tahapan, misalnya panggilan untuk dimintai keterangan, akan saya datangi dan memberi keterangan sesuai fakta. Semua tahapan akan saya lalui,” pungkasnya. (Jay)

Gus Barra: Meski Ada Masalah, Elektabilitas IKBAR Saat ini Mencapai 57,9 %

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.  Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut.   "Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.  Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.  "Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra. (Jayak)
Gus Barra: Meski Ada Masalah, Elektabilitas IKBAR Saat ini Mencapai 57,9 %

Mojokerto - Pasangan Calon Bupati & Wakil Bupati Mojokerto Ikfina-Barra (IKBAR) menggelar press release dengan tema tanggapan IKBAR terhadap statement Ketua PBNU yang mendukung Paslon Kader NU di Pilkada Mojokerto 2020 yang viral di Youtube, Kamis (15/10/2020) pukul 22.00 - 22.20 WIB.


Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc.M.Hum atau yang akrab disapa Gus Barra mengatakan bahwa kami dari IKBAR tidak pernah mempernasalahkan video tersebut. 


"Bahkan saya sendiri belum melihat video tersebut. Kami hanya ingin konsentrasi memenangkan Pilkada. Dan yang jelas kami dari IKBAR tidak pernah membawa instansi tertentu untuk mendukung tim kami. Bahkan relawan kami yang 80% merupakan kader NU tidak berani saya membawa nama NU. Melainkan saya berikan nama lain. Kalau menurut saya, mungkin itu pendapat pribadi dari Ketua PBNU bukan mewakili organisasi NU. Initinya kita tidak Keberatan sama sekali dengan video dukungan Ketua PBNU pada Paslon lain. Karena Konteks kita adalah menang. Bukan saling menyerang," ujar Gus Barra.


Disinggung terkait kasus pelaporan pengedit video Mobil Najib Al Falaq yang telah dilakukan tim Divisi Hukum Ikbar, Gus Barra mengatakan hal itu sudah ditangani oleh tim hukum. Yakni Pak Sholeh dan Pak Lambang.


"Kalau saya pribadi sama sekali tidak mau mempermasalahkan. Tapi karena kita punya tim Divisi hukum. Dan untuk pelaporan adalah hak mereka selaku tim Divisi hukum IKBAR. Yang jelas hasil survey kami saat ini Elektabilitas IKBAR 57,9 %. Lembaga survey yang menghitung ini adalah lembaga survey yang kredibel yang dulu pernah dipakai saat pilihan Gubernur. Hasil survey ini naik turun ya. Saat ini ada masalah saja masih 57,9% apalagi kalau mulus mulus saja," tutup Gus Barra. (Jayak)

MOJOKERTO
JAKARTA
SURABAYA

 
Atas